AYAH
oleh : asrinanurhermawati
sebel, kesal, kecewa, itulah yang aku alami di bulan bulan ini, kecewa dengan sikap dia yang dingin kepada kuu... dia maunyaa ini itttulahh, sedangkan bukan ittu yang aku mau .Mataku berkaca- kaca serpihan - serpihan beling yang berkilauan bila terkena sina. Aku tidak dapat membendung airmata ini yang sedari tadi sudah mengumpul di pelupuk mata ini.Aku menangis namun engkau hanya diam, mengacuhkan aku yang ada disampingmu tanpa menjawab satu katapun untuk menanggapi pertanyaanku. Tak mengerti apa yang membuatmu menjadi seperti ini.Airmata terus mengalir dan akupun terus mengoceh namun engkau masih diam dan acuh. Seperti sedang berhadapan dengan patung dan berbicara pada angin yang tidak ada artinya." Ayah, masih ingatkah engkau padaku??? aku ini putrimu, asri! mengapa engkau hanya diam saja? mana tawamu yang dulu untukku?? Ayah, masih ingatkah engkau pada kisah kita itu?? cerita hidup yang selalu kita lalui bersama, yah!! Ayah,... jika engkau tak dapat mengingatnya lagi, maka biarkanlah aku yang menceritakannya untukmu, anggaplah semua ini adalah sebuah dongeng supaya engkau dapat berbicara padaku dan mengingatkan semua itu yang mungkin sudah ada yang menghilang dalam ingatanmu." ucapku tersenyum namun airmata belum juga puas keluar dari pelupuk mata ini.
akuu kecewa dengan ayahku yang sekarang,bahkan untuk bertatap muka saja aku tidak berani apalagi dengan berbicara. dan disinilah aku, dihari penantian ini aku mengobrol dengan dia , tentang perasaanku yang enggak suka dengan sikap dia ,aku hanya bertunduk melihat kebawah karena tidak berani untuk melihat mata dia, sekedip mata, mataku meneloh kearah dia, dan ayahkupun menatapku, aku tahu arti tatapan itun tatapan penyesalan dan kekecewaan.
oh ayah.. Kau sedang apa?
Aku merindukanmu sungguh.
Aku sungguh-sungguh merindukanmu..
Rindukah kau kepadaku?
Aku rindu belaianmu...
Aku rindu kau kecupan dikening sebelum tidur
Aku ingin bertemu dengan mu,Ayah
Aku ingin kau kau kecup kening ku agar siang terasa lebih lama
Bisakah kita bertemu?
"yahh, aku ingin kau tau , bahwa aku kangen dengan suasana yang dulu , aku kangen dengan kebersamaan keluarga kita yang sekarang kebersamaan itu rasanya sudah tidak ada".
aku bosan yah, dirumah aku selau sendiri, tak ada orang yang bisa di ajak curhat denganku, aku minta maaf kalo sekarang sekarang ini sikapku pun mulai berubah kepadaku, aku bersikap seperti ini agar kau mengerti dengan keinginanku.. sebenarnya akupun tidak mau bersikap kayak gini, akuu harap kau bisa lebih mengertti kepadaku..